Pengertian Kas dan Arus Kas

Pengertian Kas

Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas. Kas merupakan alat yang amat penting dalam perusahaan dan diperlukan baik untuk untuk membiayai operasi perusahaan sehari – hari maupun untuk mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap.Dalam kegiatan sehari – hari uang kas merupakan alat pertukaran sehingga segala kegiatan dalam perusahaan akan bermula dan berakhir pada kas.
Berbeda dengan keterlibatan kas yang sangat aktif, kas itu sendiri merupakan unsur yang paling tidak produktif, karena kas tidak dapat berkembang dengan sendirinya tanpa pengelolaan menjadi unsur produktif lainnya. Oleh sebab itu, kelebihan kas akan mengakibatkan kas tersebut menganggur sehingga perlu adanya pengelolaan yang efektif.Salah satu cara pengelolaan kas agar menjadi aktiva yang produktif adalah ditanamkan dalam bentuk investasi .
Untuk dapat memberikan suatu gambaran yang lebih singkat dan lengkap dalam pengertian kas atau uang tunai dibawah ini penulis mengambil beberapa pendapat dari para sarjana/ ahli.
Menurut Zaki Baridwan ( 2000 : 86 ) kas merupakan suatu alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang, dan dapat diterima untuk pelunasan utang, dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dalam jumlah sebesar nilai nominalnya, juga simpanan dalam bank atau tempat – tempat lain yang dapat diambil sewaktu – waktu.
Dalam neraca, kas merupakan aktiva yang paling lancar, dalam arti paling sering berubah. Hampir pada setiap transaksi dengan pihak luar selalu mempengaruhi kas. Kas terdiri dari :
Uang kertas
Uang logam
Cek yang belum disetorkan
Simpanan dalam bentuk giro atau bilyet

Kemudian menurut Sofyan Syafri Harahap ( 2002 : 258) kas adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat yaitu :
a. Setiap saat dapat ditukar menjadi kas,
b. Tanggal jatuh temponya sangat dekat,
c. Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat bunga.
Selanjutnya menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri ( 2002 : 61) kas dapat diartikan sebagai nilai uang kontan yang dalam perusahaan beserta pos – pos lain yang dalam jangka waktu dekat dapat diuangkan sebagai alat pembayaran kebutuhan financial yang mempunyai sifat paling tinggi likuiditasnnya.
Sedangkan menurut S. Munawir (2004 : 14 ) kas adalah yang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan termasuk cek, yang dapat diterima dari langganan dan yang disimpan di Bank yang dapat diambil setiap saat diperlukan oleh perusahaan.
Kemudian Menurut Iman Santoso ( 2007 :161) Kas terdiri dari uang tunai yang dikelola oleh perusahaan maupun simpanan komersial di bank (rekening koran/ giro) dan atau tabungan di bank yang tersedia untuk digunakan sebagai alat tukar dan lazim diterima sebagai setoran oleh bank berdasarkan nilai yang tertera pada media alat tukar tersebut (sebesar nilai nominalnya).
Jadi dapat disimpulkan bahwa kas merupakan unsur aktiva lancar yang terdiri dari uang logam dan uang kertas dan semua media alat tukar lainnya yang berfungsi sebagai alat tukar yang sah dan merupakan dasar pengukuran dalam akuntansi yang siap digunakan tanpa ada pembatasan penggunaanya .



Pengertian Arus Kas (cah flow)

Arus kas mencerminkan penerimaan kas dan pengeluaran kas perusahaan. Ukuran kas mengakui arus kas masuk saat kas diterima walaupun belum dihasilkan dan mengakui arus kas keluar saat kas dibayarkan walaupun beban belum terjadi.
Menurut Harnanto (2002 : 228), Arus kas (cash flow) terdiri dari : arus kas masuk (cash in flow) dan arus kas keluar (cash out flow), aliran ini memperlihatkan darimana sumber kas diperoleh dan untuk apa kas itu digunakan oleh perusahaan.
Menurut Bambang Riyanto (2001 : 93) Aliran kas adalah bagaikan darah yang mengalir terus menerus dalam tubuh perusahaan yang memungkinkan perusahaan itu dapat melangsungkan hidupnya.
Menurut Bambang Kusriyanto dan B. Suwartojo ( 2000 : 286) arus kas (cash flow) adalah merupakan arus masuk uang tunai yang diperoleh dari penjualan, baik penjualan tunai maupun penagihan dari penjualan kredit yang sebelumnya dilakukan.
Jadi berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa arus kas (cash flow) adalah merupakan arus kas masuk dan arus kas keluar yang mengalir terus menerus yang dapat memperlihatkan sumber kas diperoleh dan untuk apa penggunaanya yang memungkinkan perusahaan dapat melangsungkan hidupnya.
sumber:ilmu