Pengertian Anggaran Daerah, Fungsi dan Prinsipnya

Pengertian Anggaran daerah

Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waaktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran financial, sedangkan penganggaran adalah proses untuk mempersiapkan suatu anggaran.
Anggaran publik akan berisi rencana perolehan yang akan dipersentasikam dalam bentuk rencanaperolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. Dalam bentuk yang paling sederhana, anggaran merupakan suatu dokumentasi yang menggambarkan kondisi keuangan dari suatu organisasi yang meliputi informasi mengenai pendapat, belanja, dan aktifitas. Anggaran berisi estimasi mengenai apa yang dilakukan organisasi di masa yang akan datang.
Menurut pendapat Mardiamo (2002 : 62) mendifinisikan anggaran sektor sektor publik sebagai anggaran yang berisi rencana kegiatan yang reresentasikam dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter.
Menurut National Committe on Govermntal Accounting (NCGA), saat Govermental Accounting Standards Board (GASB) dikutip oleh Indra Bastian (2001 : 79) mendefinisikan anggaran sebagai suatu rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan sumber pendatan yang diharapkan untuk menbiayainyadalam periode waktu tertentu.
Sedangkan Bahtiar (2002 : 14) dalam buku Akuntani sektor Publik mendefinisikan anggaran sebagai catatan masa lalu, rencana masa depan, mekanisme pengalokasian sumber daya, metode untuk pertumbuhan, alat penyaluran pendapatan, mekanisme untuk negoisasai, harapan aspirasi strategi organisasi, suatu bentuk kekuatan kontrol, dan alat atau jaringan komunikasi.
Berdasarkan definisi - definisi anggaraan tersebut, maka dapat diringkas menjadi:
a. Rencana Keuangan mendatang yang berisi pendapatan dan belanja.
b. Gambaran strategi pemerintah dalam pengalokasian sumber daya untuk pembangunan.
c. Alat pengendalian
d. Instrumen politik
e. Disusun dalam periode tertentu.
Akan tetapi, anggaran bukanlah kompas karena tidak ada seorang pun yang mengetahui sesuatu secara pasti di masa depan, dan selanjutnya perlu dicari informasi lain yang menggambarkan kenyataan dari alikasi sumber daya. Untuk itu, analisis alokasi dan stategi pembangunan tidak hanya mendasarkan pada anggaran, tetapi juga memperhatikan bagaimana realisasi dan anggaran tersebut.

2. Fungsi dan tujuan Anggaran
Adapun fungsi anggaran menurut Indra bastian (2002 : 80) dalam buku Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daearah anggaran berfungsi sebagai berikut:
a. Anggaran merupakan hasil akhir proses penyusunan rencana kerja.
b. Anggaran merupakan cetak biru aktivtas yang akan dilaksanakan di masa mendatang.
c. Anggaran sebagai alat komunikasi intern yang menghubungkan berbagai unit kerja dan mekanisme kerja antar atasan dan bawahan.
d. Anggaran sebagai alat pengendalian unit kerja.
e. Anggaran sebagai alat motivasi dan persuasi tindakan efektif dan efisien dalm pencapaian visi organisasi.
Adapun tujuan penyusunan anggaran, diantaranya disebutkan oleh Mardiasmo (2002 : 68) sebagai berikut:
a. Membantu pemerintahmencapai tujuan fiscal dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintahan.
b. Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan.
c. Memungkinkan bagi pemerintahan untuk memenuhi prioritas belanja.

3. Prinsip- prinsip anggaran
Setiap satuan kerja hendaknya menggunakan anggaran secara efisien, tepat guna, serta tepat waktu dalam mempertanggungjawabkannya. Indra Bastian (2006: 66) menjelaskan beberapa prinsip dalam disiplin anggaran, yaitu:
a. Prinsip Kemandirian
Mengupayakanpeningkatan sumber- sumber pendapatan sesuai dengan potensi dalam rangka mengurangi ketergantungan kepada organisasi lain.
b. Prinsip Prioritas
Pelaksanaan anggaran hendaknya tetap mengacu kepada prioritas utama pembangunan di dareah.
c. Prinsip Efisiensi dan Efektifitas Anggaran
Menyediakan pendanaan dan penghematan yang mengarah pada skala prioritas.
Penyusunan anggaran dapat dikatakan baik apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Berdasarkan program
2. Bedasarkan pusat pertanggungjawaban, pusat biaya, pusat laba, dan pusat investasi.
3. Sebagai alat perencanaan dan pengendalian
4. Sebagai alat motivasi kinerja pegawai.
sumber:ilmu