5 Firaun Wanita Paling Berpengaruh Di Peradaban Mesir Kuno

Mesir merupakan bangsa dari Benua Afrika yang begitu banyak menyimpan keajaiban di masa lalunya. Peradaban di zaman Kuno Mesir merupakan terbesar dan tersohor di dunia yang berhasil menciptakan sejarah sampai saat ini. Dari peradaban tersebut, banyak nama-nama besar yang muncul seperti salah satunya Firaun.

Firaun sendiri adalah gelar untuk para raja yang menduduki tahta tertinggi pada zaman tersebut dan identik dengan pria yang memiliki kelakuan layaknya Tuhan. Namun, tahukah kamu bahwa Firaun bukan saja dari kalangan pria? Sebenarnya, pada zaman Mesir Kuno ada juga Firaun berjenis kelamin wanita yang pernah menduduki tahta tertinggi dengan sangat hebatnya. Siapakah saja Firaun wanita tersebut? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Cleopatra

Cleopatra adalah putri Ptolemy Auletes (Ptolemy XII), salah satu dinasti Ptolemy penguasa Mesir Kuno mantan orang kepercayaan Alexander The Great sang penguasa Macedonia. Ptolemy XII punya empat putri dan dua putra. Namun, semuanya meninggal saat masih sangat muda.


Cleopatra merupakan ikon kecantikan dunia sampai saat ini. Cleoptara lahir pada tahun 69 Sebelum Masehi (SM) di Alexandria, Mesir dan meninggal dunia di usia 39 tahun pada 30 SM. Ia merupakan salah satu Firaun wanita Mesir terakhir yang menggunakan senjata “kewanitaan” untuk mempertahankan takhta dan pengaruhnya di dalam kerajaan. Cleopatra bahkan membuat Julius Caesar sang Kaisar Romawi tunduk di kakinya.

Cleopatra dinobatkan menjadi ratu pada usia 18 tahun setelah Ia menikahi adik laki – lakinya yang baru berusia 12 tahun, yang kemudian menjadi raja Ptolemeus XIV. Dalam peradaban Mesir Kuno, menikahi saudara kandung merupakan kebiasaan pada masa itu, karena sebagai Pharaoh mereka dianggap keturunan dewa dan hanya sesama dewa yang boleh menikah.

Banyak ilmuwan mengatakan bahwa Cleopatra merupakan figur sadis, namun Cleopatra sendiri mengatakan itu demi rakyatnya dan mau melakukan segala cara untuk melindungi rakyatnya. Ambisinya memang berhasil menjadikan kerajaan itu menjadi besar.

2. Nefertiti

Dikenal sebagai penguasa Sungai Nil dan putri para dewa, Nefertiti memiliki kekuasaan penuh pada masanya dan diyakini memiliki status yang sama dengan Firaun sendiri.

Nafertiti awalnya merupakan seorang istri dari Firaun bernama Akhenaten. Namun setelah suaminya meninggal dunia, Nefertiti memegang kekuasaan itu sementara waktu sebelum ada Firaun baru bernama Tutankhamun naik tahta dan memerintah Mesir kuno dengan sangat hebat.


Lama terlupakan oleh sejarah, Nefertiti menjadi terkenal ketika sebuah patung dirinya ditemukan di sebuah toko seorang seniman di Amarna pada tahun 1912, sekarang merupakan Altes Museum di Berlin.

Patung tersebut sekarang adalah salah satu karya paling banyak dibuat replikanya dari era Mesir Kuno. Nefertiti dan suaminya adalah orang yang memberikan reformasi besar pada Mesir. Dia merupakan Firaun yang paling agamis dan religius sehingga banyak masyarakat pada zaman itu takut terhadap dewa. Saat ia berkuasa, dewa Aten merupakan satu-satunya tuhan pada masa itu.

3. Hatshepsut

Ratu Hatshepsut adalah Firaun ke-5 dari Dinasti ke-8 yang memerintah di zaman Mesir Kuno. Para ilmuwan banyak menanggap Ratu Hatshepsut merupakan seorang Firaun wanita yang paling sukses di Mesir karena masa jabatannya paling lama daripada wanita penguasa manapun.


Dengan kekayaannya, ia berhasil membangun proyek yang mengangkat nama besar arsitektur Mesir Kuno sebanding dengan arsitektur klasik manapun. Bangunan ini tidak tersaingi budaya lain selama kurang lebih 1000 tahun. Salah satu bangunan yang paling terkenal sampai saat ini adalah kuil Hatshepsut dan kuil Karnak.

Dari hasil penelitian arkeologi, Ratu Hatshepsut diduga tewas karena lotion, dimana mereka menemukan adanya zat beracun karsinogen dalam botol kosmetik milik ratu. Sebelumnya, Hatshepsut dikabarkan meninggal dunia karena kanker tulang pada 1458 SM.

4. Sobekneferu

Para ahli sejarah Mesir Kuno mengakuinya sebagai Firaun wanita paling sukses. Ia memerintah pada Dinasti ke-18 mulai tahun 1473 Sebelum Masehi. Sobekneferu memerintah Mesir sekitar empat tahun sebelum akhirnya digantikan oleh Firaun pria lain yang masih memiliki darah dari Amenemhat III.


Ia memperkuat cengkeraman kekuasaannya dengan mendekorasi kuil para dewa, memasang citra dirinya sebagai Firaun yang menggunakan pakaian tradisional dan segala simbol kepemimpinan termasuk janggut yang lancip.

Saat mengerjakan urusan kenegaraan, dikelilingi para penasihat laki-laki, ia mengenakan pakaian pria. Meski, pada masa awal kekuasaannya, perempuan itu kerap mengenakan gaun pas badan yang menunjukkan lekuk tubuhnya.

5. Twosret


Twosret adalah Firaun terakhir dari Dinasti ke-19 Mesir. Ia dikenal juga dengan nama Site Meryamun atau yang memiliki arti “Putri tercinta dewa Amun (dewa Mesir)”.

Penggalian yang dilakukan oleh University of Arizona dalam ekspedisi Mesir, di kuil Gournah memiliki dugaan kuat bahwa pemerintahannya berjalan selama 9 tahun yang berarti kemungkinannya di memerintah selama 2 atau 3 tahun sebagai Firaun wanita Mesir Kuno di tahun 9 masehi di mana saat itu banyak sekali pertempuran hebat yang salah perang memperebutkan kawasan Troy.

Makam dari Tworset di temukan di daerah lembah yang sangat dalam. Bahkan isi peti matinya telah digunakan kembali untuk mengubur Amenherkhepeshef. Meski demikian patung dari Twosret ditemukan di daerah Heliopolis dan juga Thebes.

Nah, itulah tadi informasi tentang beberapa Firaun wanita Mesir Kuno paling berpengaruh di masanya dalam sejarah yang telah berhasil ditemukan oleh para peneliti dan arkeolog. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan terima kasih sudah membaca.

0 Response to "5 Firaun Wanita Paling Berpengaruh Di Peradaban Mesir Kuno"

Posting Komentar