Penelitian Survei : Unsur-unsur, Tahap, dan Hubungan Antar Unsur Penelitian

Penelitian Survei : Unsur-unsur, Tahap, dan Hubungan Antar Unsur Penelitian

Unsur-unsur Penelitian Survei

Unsur-unsur yang merupakan perangkat pokok ilmiah pengetahuan, dan karena itu merupakan alat penelitian survei yang diperlukan oleh peneliti dalam melakukan aktifitasnya. Unsur-unsur tersebut adalah :

1.      Konsep

2.      Proposisi

3.      Teori

4.      Variabel

5.      Hipotesa

6.      Difinisi operasional.

Penelitian survei terdiri dari 2 tahap :

1.      Proses teoritisasi

2.      Proses empirisasi

Agar dapat melakukan proses penelitian tersebut, maka perlu pengetahuan baik tentang unsur penelitian. Pada proses teoritisasi, peneliti menggunakan konsep dan proposisi untuk menggmbarkan fenomena sosial yang diamati. Serta teori untuk menerangkan mengapa satu konsep berhubungan dengan konsep lainnya. Selanjutnya ia harus mengidentifikasi variabel penelitian yakni, aspek tertentu konsep yang dapat diukur, dan merumuskan hipotesa atas dasar teori dan proposisi yang digunakannya. hipotesa dan variabel kadang belum operasional, sehingga perlu penjelasan lebih spesifik menjadi hipotesa statistik dan definisi operasional. Tahap ini disebut tahap empirisasi.

Tahap empirisasi ini mencakup identifikasi variabel penelitian, perumusan hipotesa, penentuan definisi operasional, perumusa hipotesa, penentuan definisi operasional, perumusan hipotesa statistik, penyusunan instrumen penelitian, dan penentuan sampel penelitian.

Penelitian sosial adalah upaya yang sistematis untuk menerangkan fenomena sosial dengan cara memandang fenomena tersebut sebagai hubungan antarvariabel. Fungsi unsur penelitian dalam menerangkan hubungan adalah :

Proposisi

Konsep                                                                                                                        Konsep

Hipotesa

Variabel                                                                                                                       Variabel

Hipotesa Statistik

Definisi Operasional                                                                                    Definisi Operasional

DIAGRAM 3.1. Hubungan antara unsur-unsur penelitian

1.      Konsep

Istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak : Kejadian,  keadaan,  kelompok / individu yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial. Fungsinya dapat menyederhanakan pemikirannya dengan menggunakan satu istilah untuk beberapa kejadian yang berkaitan satu dengan yang lainnya.

Jenis konsep :

§     Konsep yang berhubungan dengan fakta. Contoh, meja

§     Konsep yang abstrak, kabur hubungannya dengan fakta. Contoh, kecerdasan

Konsep yang abstrak disebut konstruk. Karena dikonstruksikan dari konsep yang lebih rendah tingkatan abstraksinya. Semakin besar jarak antar konsep / konstruk dengan empiris / aktivitas yang ingin digambarkan, makin besar kemungkinan terjadi salah pengertian dan penggunaan.  

2.      Proposisi

Hubungan yang logis antara dua konsep disebut proposisi. Tipe proposisi :

§  Aksioma / postulat : kebenarannya tidak dipertanyakan lagi.

§  Teorem : proposisi yang dideduksikan dari aksioma.

3.      Teori

Serangkaian asumsi, konsep, konstrak, definisi  dan proposisi untuk merumuskan hubungan antar konsep. Teori mengandung :

§  Serangkaian proposisi antar konsep yang saling berhubungan.

§  Menerangkan secara sistematis fenomena sosial dengan menentukan hubungan antar konsep.

§  Menerangkan fenomena dengan cara menentukan konsep yang berhubungan dengan konsep lainnya dan bagaimana bentuk hubungannya.

Menyusun teori dengan mencari beberapa aksioma untuk dijadikan dasar buat mendeduksikan teorem yang akan diuji dalam penelitian disebut teori secara deduktif / aksiomatis. Jika peneliti mendasarkan teori pada aksioma dan observasi merupakan proses deduksi-induksi.  

4.      Variabel

Agar konsep dapat diteliti secara empiris, harus dioperasionalisasikan dengan mengubahnya menjadi vaariabel, yang berarti sesuatu mempunyai variasi nilai. Bentuk variabel :

§  Variabel kategorikal : membagi responden menjadi 2 / beberapa kategori. Variabel yang memiliki dua kategori yaitu, variabel dikotomi contohnya pekerjaan (bekerja / tidak bekerja). Variabel yang memiliki beberapa kategori yaitu, variabel politomi contohnya agama (islam, hindu, kristen, budha).

§  Variabel bersambungan : variabel yang nilainya merupakan suatu skala, baik bersifat ordinal maupun rasio. Contohnya jumlah pendapatan.

Dalam analisa variabel bersambungan diubah menjadi variabel kategorikal, agar dapat melakukan analisa kategorikal. Variabel kategorikal tidak dapat langsung diubah menjadi variabel bersambungan.

5.      Hipotesa

Sarana penelitian ilmiah yang penting karena merupakan instrumen kerja dari teori. Sebagai hasil deduksi dari teori / proposisi, hipotesa lebih spesifik sifatnya, hingga lebih siap untuk diuji secara empiris. Hipotesa relasional dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang menghubungkan antar dua variabel / lebih. Hipotesa yang tujuannya memberikan gambaran sempel penelitian yaitu hipotesa deskriptif.

Masalah sosial merupakan interaksi antar banyak variabel, hingga lebih merupakan hubungan yang multivariat. Syarat hipotesa yang baik :

§  Memberikan gambaran bagaimana bentuk hubungan antar variabel (positif / negatif)

§  Memberikan petunjuk bagaimana cara pengujiannya. Variabel penelitian harus dijabarkan dengan teliti untuk diukur.

Semua hipotesa yang dirimuskan, yang bersifat rasional maupun deskriptif, disebut hipotesa kerja (Hk). Agara dapat diuji secara statistik, diperlukan sesuatu untuk membandingkan hipotesa kerja. Dalam penelitian sosial, pembandingan ini biasanya tidak ada. Dibuatlah pembanding secara arbitrer yang berbentuk suatu hipotesa nol (Ho) yang merupakan formulasi terbaik dari hipotesa kerja. Jika Ho ditolak maka Hk diterima. Pengujian hipotesa secara tidak langsung ini, tidak dapat disimpulkan apakah teori agressi yang digunakan pada penelitian benar / salah. Inilah kelemahan pokok penelitian sosial yang dikenal sekarang ini.

Hipotesa yang tidak terbukti mempunyai nilai ilmiah yang sama pentingnya. Hipotesa tersebut akan menimbulakan pemikiran baru, baik teori maupun metodologi baru yang akan terus mengembangakan ilmu pengetahuan.

6.      Definisi operasional

Unsur penelitian yang memberitaukan bagaimana cara mengukur suatu variabel. Dan juga merupakan informasi ilmiah yang amat membantu peniliti yang ingin menggunakan variabel yang sama. Dapat menetukan apakah prosedur pengukuran yang sama akan dilakukan / diperlukan prosedur pengukuran yang baru.

Sumber:http://destiwd.blogspot.co.id/2011/10/unsur-unsur-penelitian-survei.html?m=1

0 Response to "Penelitian Survei : Unsur-unsur, Tahap, dan Hubungan Antar Unsur Penelitian "

Posting Komentar