Rumah dan Pakaian Adat Serta Kebudayaan Kalimantan Barat Lengkap

Kebudayaan Kalimantan Barat Sebagai negara yang terdiri dari puluhan bahkan ratusan suku bangsa dan terbagi dalam wilayah negara yang cukup banyak, tak heran jika Indonesia memiliki kebudayaan yang begitu beragam. Seperti di daerah Kalimantan Barat. Provinsi yang memiliki wilayah pemerintahan berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia ini merupakan salah satu wilayah dengan kekayaan budaya terbesar di Indonesia.

Mulai dari rumah adat, pakaian adat hingga berbagai hal yang mengambarkan Kalimantan Barat bisa Anda jumpai dengan mudahnya saat berkunjung ke tempat ini. Apa sajakah macam-macam kebudayaan Kalimantan Barat yang membuktikan betapa kayanya Indonesia? Berikut ini perpustakaan akan bagikan artikel tentang kebudayaan Kalimantan Barat.


Macam macam Budaya Kalimantan Barat:
Rumah Adat:

Rumah Panjang


Salah satu kebudayaan Kalimantan Barat yang akan langsung terlihat ketika Anda berkunjung ke wilayah ini adalah rumah adatnya. Dimana bentuk dari rumah adat Kalimantan Barat ini disebut dengan Istana Kesultanan Pontianak yang berbentuk rumah panggung. Berbeda dengan rumah panggung lain yang umumnya pada bagian kolong rumah akan dimanfaatkan sebagai kandang hewan ternak, pada rumah adat Kalimantan Barat ini bagian kolong tidak akan dipergunakan sebab jenis tanahnya adalah rawa.

Pada bagian dalam dalam istana, akan terdapat singgasana sebagai tempat Sultan mengadakan pertemuan dan upacara. Sedangkan pada bagian kiri kanan terdapat kamar-kamar. Untuk material istana sendiri terbuat dari kayu besi keseluruhannya, dan atapnya terbuat dari sirap kayu besi juga.

Pakaian adat:

King Baba untuk Pria.

King Bibinge untuk Perempuan.

@borneochannel.com

Selain dari tempat tinggalnya, Anda juga bisa melihat kebudayaan Kalimantan Barat dari pakaian yang dikenakan oleh masyarakatnya. Ya meskipun untuk saat ini pakaian adat sudah tidak banyak digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan hanya dipergunakan dalam acara-acara tertentu saja. Untuk pria, pakaian adat yang dikenakan berupa tut kepaa dengan hiasan bulu burung enggang, rompi, celana panjang setinggi lutut, serta kain yang berfungsi untuk ikat pinggang. Dan sebagai aksesoris menggunakan kalung manik.

Kemudian untuk wanita mengenakan kain yang menutupi bagian dada, juga kain yang berfungsi untuk setagen dan kain tenun. Untuk aksesoris yang dikenakan yaitu bulu enggang, kalung manik dan gelang yang dikenakan di lengan atas. Pakaian adat ini tak lain berasal dari Dayak.

Tarian Tradisional:

  • Tari Monang yang merupakan tari penolak penyakit
  • Tari Zapin Tembung yang merupakan tari pergaulan masyarakat setempat.
  • Tari Menoreh Getah yang merupakan gambaran kehidupan masyarakat pedesaan Kalimantan.
  • Dari Tandak Sambas yang merupakan tari pergaulan rakyat Kalimantan Barat.
  • Tari Mandau yang merupakan wujud semangat juang suku Dayak untuk membela hukum dan martabatnya.
@makalah-perpustakaan

Sebagai wujud kesenian daerah, tari menjadi sebuah pertunjukan apik yang juga sarat akan makna. Dan layaknya daerah lain, Kalimantan Barat juga memiliki jenis tarian tradisional lebih dari satu yang masing-masing memiliki makna dan tujuan tersendiri, seperti beberapa contoh tarian yang sudah disebutkan di atas.

Senjata Tradisional:
  • Sipet.
  • Lonjo.
  • Telawang.
  • Mandau.
  • Dohong.
Lonjo

Pada zaman dahulu kala, pertempuran dan peperangan menjadi sebuah hal yang hampir dapat dijumpai setiap harinya. Oleh sebab itu tak heran jika masyarakatnya memiliki ilmu bela diri yang hebat serta senjata untuk perbekalan perang. Nah kebudayaan Kalimantan Barat inipun salah satunya dalam bentuk senjata tradisional, yaitu Mandau atau sejenis parang yang dihiasi rambut manusia sebagai lambang keberanian pemiliknya dan perisainya yang dihiasi ukiran warna merah dan hitam. Selain itu, masyarakat Kalimantan Barat juga sering menggunakan perisai, sumpitan, sabit dan tombak sebagai senjata tradisional mereka.

Suku:

  • Menyuke.
  • Kayung.
  • Sebaruk.
  • Seberuang.
  • Sekadau.
  • Sum.
  • Sungkung.
  • Suruk.
  • Taba.
  • Taman.
  • Telaga.


Yang menjadi penyebab mengapa Indonesia memiliki beragam kebudayaan, termasuk kebudayaan Kalimantan Barat adalah banyaknya suku bangsa yang menetap di wilayah Indonesia. Di wilayah Kalimantan Barat sendiri beberapa suku yang masih menetap antara lain adalah suku Dayak (Ngaju, Apa Kayan, Murut, Kalimantan, Ot Danun dan lain-lain). Suku Dayak pun membentuk suatu marga yang memiliki identitas khas.

Bahasa daerah:
  • Indonesia.
  • Melayu Pontianak.
  • Senganan.
  • Dayak.
  • Tiochiu.
  • Khek/Hakka.
Karena begitu banyaknya suku dan jumlah warga, tentu sebuah negara atau wilayah membutuhkan alat atau media pemersatu. Dan media pemersatu terbaik adalah bahasa. Umumnya, dalam sebuah wilayah memiliki bahasa daerah sendiri yang bukan hanya menjadi pemersatu masyarakat sekitar namun juga menjadi ciri dari daerah tersebut. Nah untuk kebudayaan Kalimantan Barat dalam bentuk bahasa daerah, antara lain adalah bahasa Dayak, Ot Danun, Kayan dan lain-lain.

Lagu daerah:
  • Cik Cik Periook.
  • Aek Kapuas.
  • Masjid Jami.
  • Alon-Alon.
  • Kapal Belon.
  • Sungai Kapuas.
  • Antare Kapuas – Landak.
  • Alat Musik Tradisional:
  • Gong/Agukng.
  • Tawaq.
  • Sapek.
  • Balikan/Kurating.
  • Kangkuang.
  • Keledik/Kedire.
  • Entebong.
  • Rabab/Rebab.
  • Sollokanong.
  • Terah Umat.
Bukan hanya dalam bentuk tarian, namun kesenian suatu daerah juga dapat ditampilkan dalam bentuk lagu daerah. Untuk Kalimantan Barat sendiri memiliki Cik-cik Periok sebagai lagu daerahnya. Nah untuk mengiringi pementasan lagu daerah ini tentu tak akan sempurna jika tidak dibarengi dengan iringan musik yang dihasilkan oleh alat musik tradisionalnya seperti Sapek dan Gong.

Sapek yaitu alat musik dari Kapuas hulu yang banyak dijumpai di kalangan masyarakat Dayak Kayaan Mendapam kabupaten Kapuas Hulu. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan memetiknya. Kemudian untuk gong sendiri merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Bahan dasar dari alat musik yang memiliki nama lain Agukng, Kollatung (Uut Danum) ini adalah kuningan. Menariknya, alat musik ini bahkan bisa digunakan untuk mas kawin atau sebagai pembayaran hukum adat.

Tradisi:

Robo-robo.

Satu tradisi yang begitu terkenal dari Kalimantan Barat adalah tradisi Robo-robo. Tradisi yang diadakan setiap Rabu terakhir pada bulan Sapar (Hijriah) ini merupakan simbol keberkahan. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, tradisi ini merupakan napak tilas kedatangan Pangeran Mas Surya Negara dari Kerajaan Mataram (Martapura) ke Kerajaan Menpawah di Pontianak. Rabo-rabo sendiri dimaksudkan sebagai peringatan serangakaian kejadian penting bermula Haulan pada hari Senin malam Selasa akhir Syafar guna untuk menenang wafatnya Opu Daeng Manambun.

Kerajinan tangan:
  • Tikar Lampit.
  • Ukir-ukiran.
  • Perisai.
  • Mandau.
  • Kacang Uwoi.
  • Takui Darok.
Untuk oleh-oleh sanak saudara yang ada di rumah, kebudayaan Kalimantan Barat berupa kerajinan tangan bisa Anda berikan untuk mereka. Namun apa saja sih kerajinan tangan yang bisa Anda dapatkan dari Kalimantan Barat? Salah satunya yaitu tikar lipat yang dibuat menggunakan rotan. Ada pula anyaman dari bambu yang dibuat menjadi berbagai kerajinan cantik seperti tas, keranjang, vas dan lain sebagainya.

Makanan khas:
  • Asam Pedas.
  • Bubur Pedas.
  • Kerupok basah.
  • Ale-ale.
  • Pansoh.
  • Mie Tiau.
  • Nasi Ayam dan Mie Pangsit.
Satu lagi kebudayaan Kalimantan Barat yang juga menjadi daya tarik terbesar dari daerah ini yaitu makanan khas. Anda bisa mencoba menikmati mie sagu khas Pontianak, mie kepiting, kerupuk basah, kwe tiaw goreng, kwetiaw rebus, bubur pedas, asam pedas tempoyak, ale-ale, sotong pangkong, pengkak, dan ikan salai.

Dari beberapa jenis makanan tersebut, beberapa diantaranya memang kurang pas untuk dibawa sebagai oleh-oleh dan paling nikmat jika disantap di tempat. Namun untuk ikan selai, Anda bisa menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Kalimantan Barat yang begitu menarik. Dimana ikan ini merupakan ikan yang telah diawetkan dengan cara di asap sehingga mampu bertahan dalam suhu tinggi perjalanan dan dalam waktu yang panjang.