Bagian Bagian Hidung dan Fungsinya Lengkap

Hidung merupakan organ pada manusia yang memiliki 2 fungsi sekaligus, yaitu sebagai alat indera penciuman (pembau) dan sebagai organ pernapasan. Untuk menjalankan fungsinya ini, hidung dilengkapi dengan beragam bagian penting. Apa saja bagian bagian hidung dan fungsinya itu? Bagaimana dengan anatomi hidung bagian luar? Simak pemaparannya berikut ini!

Bagian Bagian Hidung dan Fungsinya 

 
 
Bagian-bagian hidung dapat ditelisik dari struktur morfologinya dari luar dan dari struktur anatominya. Untuk bagian luar, morfologi hidung terdiri dari beberapa bagian, di antaranya pangkal hidung (bridge), batang hidung (dorsum nasi), puncak hidung (tip), ala nasi (sayap hidung), kolumela, dan lubang hidung (nares anterior). Sementara untuk bagian dalamnya, anatomi hidung terdiri dari bagian-bagian yang lebih spesifik dengan fungsinya masing-masing. Bagian bagian hidung dan fungsinya tersebut dapat dijelaskan sebagaimana berikut!

1, Rongga Hidung Rongga hidung adalah lubang tempat melekatnya beragam organ hidung dalam menjalankan fungsinya, baik sebagai indera pembau maupun alat pernapasan. Rongga hidung pada manusia dilengkapi dengan bulu hidung yang berfungsi menyaring setiap kotoran yang masuk melalui pernapasan. Saringan bulu hidung pada rongga hidung menghasilkan padatan yang biasa kita kenal dengan sebutan upil. Bulu hidung penting peranannya bagi kesehatan sistem pernapasan kita.

2. Tulang Rawan dan Tulang Nasal Hidung dilindungi oleh 2 tulang yang letaknya terpisah. Kedua tulang tersebut adalah tulang rawan dan tulang nasal. Tulang rawan letaknya berada di ujung hidung, teksturnya sangat lunak dan bisa digerak-gerakan. Sementara tulang nasal letaknya berada di antara tulang rawan dan dahi.
Para petinju atau mereka yang berprofesi sebagai atlit bela diri, kedua tulang pelindung hidung ini umumnya akan dioperasi dan dihilangkan agar tidak membahayakan ketika terkena pukulan.

Sumber : Pratiwi, dkk.

3. Rongga Sinus Hidung memiliki 4 rongga sinus yang letaknya terpisah-pisah. Keempatnya yaitu sinus maksilaris (di pipi), sinus frontalis (di dahi), sinus etmoidalis (antara kedua mata), dan sinus sfenoidalis (di belakang dahi). Rongga sinus memiliki banyak sekali fungsi, di antaranya adalah:
  • Memproduksi lendir yang mengalir ke dalam dan melembabkan hidung dan menguras lendir hidung.
  • Untuk menjaga kelembaban hidung dan udara saat seseorang bernapas.
  • Menjaga pertukaran udara di daerah hidung.
  • Meringankan kepala yang terasa berat.
  • Melindungi organ vital.
  • Memaksimalkan kualitas suara.
  • Lendir yang dihasilkan oleh rongga sinus selain dapat menjaga kelembaban udara yang masuk ke paru-paru, juga dapat membantu polutan-polutan asing seperti debu, kotoran, maupun zat kimia yang terlarut di dalam udara yang kita hidup.
4. Bagian Bulbus Olfaktori Dalam menjalankan fungsinya sebagai alat indera pembau, hidung ditunjang oleh bagian yang bernama bulbus olfaktori. Bagian bagian hidung dan fungsinya pada bagian bulbus olfaktori ini antara lain:

  • Tonjolan Olfaktori tonjolan olfaktor berperan dalam menerima semua impuls yang dikirim akson dan membawanya menuju otak. Kecepatan pengiriman impuls dari akson menuju tonjolan olfaktor hingga ke otak sangat luar biasa. Inilah yang membuat kita dapat menerjemahkan suatu bau saat pertama kali menghirup udara.
  • Akson Akson (neurit) merupakan sel saraf pengubung yang mengangkut impuls hasil kerja saraf pembau. Impuls atau informasi yang diterima saraf pembau berupa informasi tentang seperti apa aroma atau bau dari udara yang terhirup oleh hidung. Ukuran akson di hidung satu mikrometer (1μm).
  • Saraf Pembau Saraf pembau adalah reseptor yang menerima stimulus dari gas yang dihirup. Bagian ini terdiri atas 7 macam sel reseptor yang mampu mengenali lebih dari 400 macam aroma. Pada anjing, saraf pembau memiliki lebih banyak sel reseptor. Inilah yang menyebabkan anjing dapat mencium aroma dalam tingkatan yang lebih spesifik dan banyak. Kemampuan anjing dalam menerjemahkan sebuah bau digunakan dalam dunia kepolisian untuk mengenali jejak-jejak pelaku kejahatan.
  • Silia bulu hidung di bagian rongga hidung luar memiliki ukuran yang besar. Semakin ke dalam, bulu-bulu ini akan memiliki ukuran yang lebih halus dan kecil. Bulu hidung inilah yang disebut dengan silia (cilia). Selain berfungsi menyaring partikel yang terlewatkan oleh bulu hidung, silia juga mendorong mukus (lendir) yang dihasilkan oleh rongga sinus. Lendir ini mengalir keluar dan membersihkan permukaan rongga hidung dari segala macam kotoran.
Ketika pilek, kerja bulbus olfaktori tidak begitu signifikan. Ia tidak dapat menerima stimulus secara sempurna karena adanya mukus atau lendir yang menghalangi masuknya reseptor ke dalam saraf pembau

5. Nasofaring Nasofaring berasal dari 2 kata, yakni naso yang artinya hidung dan faring yang artinya tenggorokan. Oleh karena itu, nasofaring adalah bagian sistem pernapasan yang menghubungkan hidung dan tenggorokan. Saat tersedak, bagian inilah yang menstimulasi rasa sakit pada hidung.

Nah, demikanlah bagian bagian hidung dan fungsinya masing-masing dalam menunjang kerja hidung sebagai alat pernapasan (respirasi) dan indera penciuman. Semoga bisa dipahami dengan baik dan dapat membantu penguasaan materi Anda dalam bab panca indera. Salam!
 
sumber : http://www.ebiologi.net/2016/06/bagian-bagian-hidung-dan-fungsinya.html