Asal Usul Nama-nama Gunung di Indonesia

Setiap hal di dunia ini selalu punya nama dan sebutan. Bahkan boneka pemberian mantan yang kini sedang Kamu puja.

Stop ngomongin mantan dulu ya, mending ngomongin gunung-gunung di Indonesia yang kini banyak dilirik sama para wisatawan aja deh.

Btw, sebagai warga negara yang baik, tahu nggak Kamu asal muasal nama gunung-gunung di Indonesia? Kalau Kamu belum tahu, mending intip sejarah pemberian nama gunung di Indonesia berikut ini deh. Biar setidaknya dibilang gaul sama teman-teman mendakimu.

Gunung Semeru

Semeru yang gagah dengan awan tebalnya. Sumber https://www.antaranews.com/

Pertama, kami bakal kasih tahu asal mula nama Gunung Semeru yang terkenal banget lewat film 5 CM. 
Sebenarnya Semeru berasal dari bahasa sansekerta yaitu Meru Agung yang artinya pusat alam semesta, lalu Semeru juga diartikan sebagai ‘Lingga Acala’ juga yang artinya gunung/karang yang bukan ciptaan manusia.

Nah, istilah ini konon diambil dari sejarah kitab kuno pada abad ke 15 yang menyebutkan bahwa Mahameru merupakan dipercaya adalah tempat bersemayamnyapara dewa umat hindu.

Gunung Jayawijaya

Gunung Jayawijaya. Sumber www.vebma.com

Gunung Jayawijaya berada di Papua dan menjadi gunung tertinggi di Indonesia. Nama Jayawijaya adalah nama yang diberikan Presiden Soekarno.

Nama ini dipilih sebagai rasa syukur kembalinya Papua Barat. Makna Jayawijaya sendiri adalah ‘puncak kemenangan’. Puncak Jayawijaya sendiri memiliki nama Castensz untuk menghormati seorang Jan Carstensz yang berhasil menemukan puncak Jayawijaya pada tahun 1899 dalam pembuatan peta PUlau Papua.

Gunung Slamet

Megahnya gunung Slamet. Sumber http://www.tandapagar.com/gunung-slamet/

Nama Slamet ini berasal dari bahasa Arab dan diperkirakan diberi nama Slamet sejak Islam masuk ke Pulau Jawa sekitar abad ke-13 di masa Syekh Maulanan Malik Maghribi membawa masuk Islam ke Jawa.

Nah, nama Slamet dulunya adalah Gunung Agung. Hal ini sesuai dengan sebuah teori sejarawan Belanda bernama J. Noorduyn pada sebuah naskah bahasa Sunda seorang petualang yang berkeliling ke Pulau Jawa dan menuliskannya pada daun nipah.

Gunung Salak

Gunung Salak. Sumber Membosankan.com

Gunung Salak terkenal banget karena banyak kejadian mistis terjadi di sini. Nah, lalu apakah nama Salak ini diambil karena nama mistis atau malah karena pohon salak? Yuk bongkar!

Jadi sebenarnya nama Salak ini memiliki tiga versi asal muasal. Pertama, nama Salak berasal dari bahasa sansekerta yang artinya Perak karena pada zaman dulu gunung ini banyak mengandung perak. Kedua, nama Salak berasal dari sebuah nama kerajaan di kaki gunung Salak bernama Salakanagara pada abad IV dan V Masehi dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Raja Dewawarman.

Ketiga, menurut cerita warga setempat nama Salak ini berasal dari sebuah cerita orang dulu bahwa mereka menemukan sebuah pohon Salak besar di gunung ini. Sehingga gunung ini dinamai Gunung Salak.

Gunung Bromo

Gunung Bromo. Sumber bromotour.co.id/gunung_bromo/

Nama Gunung Bromo konon berasal dari kata Brahma.

Gunung Bromo sendiri dipercaya sebagai gunung suci. Warga setempat menyebutnya sebagai Gunung Brahma. Tapi orang Jawa sulit menyebutkan Brahma sehingga nama Brahma berubah jadi Bromo.

Gunung Rinjani

Danau bintang lima Rinjani. Sumberhttps:.hipwee.com/travel/6

Di Lombok ada sebuah gunung yang keren dan terkenal, namanya Gunung Rinjani. Tahu nggak, ternyata ada kisah pilu lho dibalik nama Rinjani. Mau tahu? 

Jadi, dulu hiduplah seorang putri bernama Rinjani atau lebih dikenal Anjani. Dia adalah anak dari seorang Raja bernama Datu Puan yang mengidamkan anak lelaki.

Anjani lahir bersama saudara kembar lelaki. Kehidupan mereka normal awalnya, tapi karena Datu Puan sang ayah sudah tua, sang anak lelaki yang mulai dewasa yang menginginkan tahtapun akhirnya merebut kekuasaan. Akhirnya Datu Puan mengalah dan mengajak anak perepuannya Rinjani naik Puncak Gunung Rinjani untuk bersemedi. Seiring waktu, kisah inipun tersebar dan membuat gunung ini dinamai Rinjani.

Gunung Sindoro dan Sumbing

Gunung Sindoro dan Sumbing. Sumber phinemo.com/pendakian-sindoro/

Di Jawa Tengah ada dua gunung yang bisa dibilang mirip gitu dan berdekatan bernama Gunung Sindoro dan Sumbing.

Kedua gunung ini konon berasal dari nama dua orang anak yang cacat bibir alias sumbing akibat ayahnya sendiri karena pertengkarannya dengan istrinya.

Suami istri ini adalah petani di daerah pegunungan Sumbing dan Sindoro, namun karena ekonomi yang tak membaik mereka bertengkar. Pertengkaran ini membuat dua anak mereka terluka di bibirnya alias Sumbing. Tragedi inipun menjadi salah satu cerita penamaan gunung Sindoro dan Sumbing meskipun belum banyak orang yang tahu kebenarnnya.

Gunung Welirang

Gunung Welirang. Sumber https://kompas.id/

Gunung Welirang merupakan gunung yang ada di Jawa dan konon menjadi tempat yang disucikan. Sebelum dinamakan dengan nama Gunung Welirang, gunung ini namanya adalah Gunung Kemukus. Hal ini tercantum dalam sebuah buku Pgeaud, seorang ahli Sastra Jawa dari Belanda.

“Col andap kulwan, maluhur wetan ikang nuşa jawa; yata pinupak sang hyang mahāmeru, pinalih mangetan. Tunggak nira hana kari kulwan; matangnyan hana argga kelāça ngarannya mangke, tunggak sang hyang mahāmeru ngūni kacaritanya. Pucak nira pinalih mangetan, pinutĕr kinĕmbulan dening dewata kabeh; runtuh teka sang hyang mahāmeru. Kunong tambe ning lĕmah runtuh matmahan gunung katong; kaping rwaning lmah runtuh matmahan gunung wilis; kaping tiganing lmah runtuh matmahan gunung kampud; kaping pat ing lmah runtuh matmahan gunung kawi; kaping limaning lmah runtuh matmahan gunung arjuna; kaping nĕm ing lmah runtuh matmahan gunung kumukus” (Pigeaud, 1924).

yang artinya: “Dilepaskan turun di sebelah barat, menuju ke timur pulau Jawa. kemudian dilepaslah Sang Hyang Mahameru, dipindah ke timur. Dasarnya tertinggal di barat. Oleh sebab itu terciptalah gunung yang bernama Kailaca nanti. Mengenai Sang Hyang Mahameru beginilah ceritanya. Puncaknya dipindah ke timur, dikitari oleh semua para dewa; runtuh dari Sang Hyang Mahameru. Setelah jatuh ke tanah terciptalah Gunung Katong yang kedua tanah jatuh menciptakan Gunung Wilis; yang ketiga tanah runtuh tercipta Gunung Kampud ; yang ke empat pada tanah yang runtuh tercipta Gunung Kawi; yang kelima tanah runtuh menciptakan Gunung Arjuno; yang keenam tanah runtuh menciptakan Gunung Kamukus.”

Namanya berubah karena gunung ini sendiri merupakan gunung yang memiliki kawah belerang yang cukup besar sehingga dijuluki Welirang yang berasal dari Belerang.